Sang kuda besi pun kembali meminta korban, kali ini adalah metromini S64 yg dihantam kereta api Ekspress Pakuan yg menuju bogor (18/4/2006). siapa yg salah? apakah sang kuda besi atau kendaraan yg melintasi, satu sisi sang kereta disediakan dengan 1 jalur khusus dimana kendaraan lain harus hati2 pada saat melintasi, satu sisi pernah terjadi khasus dimana sang kereta yg memang sudah tidak layak pakai meminta korban. Untuk kasus ini dari sumber berita detik.com kejadiannya berawal pada saat sebuah metromini s64 menerobos celah yg tidak tertutup palang kereta, karena kecerobohan sang supir maka terjadilah kecelakaan tersebut.
Sebuah alat transportasi yg sangat diminati oleh kalangangan menengah kebawah karna relatif murah dan sangat cepat untuk sampai ketujuan,pada saat liburan panjang khususnya liburan setelah ramadhan banyak sekali orang2 yg pulang kampung menggunakan jasa sang kereta. Apasih enaknya naik kereta? kalau ditanya satu persatu org yg menggunakan jasa tersebut mungkin 90% mengatakan naik kereta itu tidak enak, sudah penuh, sesak, kecopetan lagi dan banyak alasan lainya.. tapi kenapa tidak kapok2 yah?
Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulangi, karena faktor kecerobohan dapat mengakibatkan sebuah kejadian yg sangat fatal, sehingga bisa mengakibatkan hilangnya nyawa anak manusia. Untuk pemerintah, dengan sering terjadinya kecelakaan alat-alat transportasi yg ada di Indonesia belakangan ini dimohon meningkatkan kembali kinerjanya dan memperbaharui fasilitas transportasi di Indonesia.

Walau sudah cukup lama mereka menjalin hubungan yang serius,. (** hehehe berapa lama deh?? duluan dikau kan daripada diriku**) yang awalnya dari pertemanan pun menjadi sebuah jalinan hubungan ke mahligai rumah tangga, pada akhirnya kedua temen gw melangsungkan pernikahannya di tanggal 11 bulan 12 tahun 2005. 
